Senin, 06 Januari 2014

PROGRAM ATM


PROGRAM ATM

package ATM;
import javax.swing.JOptionPane;
class nasabah

{
int saldo;
String data;
int rek;
int ambil;
int jumlah;
void isinasabah()

{
String nama;
nama=JOptionPane.showInputDialog("Masukkan No Rekening      :");
rek=Integer.valueOf(nama).intValue();
data=JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Nama             :");
JOptionPane.showMessageDialog(null,data);
nama=JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Jumlah Saldo     :");
saldo=Integer.valueOf(nama).intValue();
nama=JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Jumlah Penarikan :");
ambil=Integer.valueOf(nama).intValue();
}







void ambil()
{
jumlah=saldo-ambil;
}

void ceksaldo()
{
if(saldo<=50000)
    System.out.println("Maad Saldo Tidak Cukup");
else
if(saldo>=ambil)
    System.out.println("Traksaksi Berhasil");
else
System.out.println("Saldo Tidak Cukup");
}

void cetak()
{
 System.out.println("No Rekening       ="+rek);
 System.out.println("Nama              ="+data);
 System.out.println("Jumlah Saldo      ="+saldo);
 System.out.println("Jumlah Penarikan  ="+ambil);
 System.out.println("Sisa Saldo        ="+jumlah);

public class ATM {
}
public static void main(String[] args) {
nasabah b1=new nasabah();
b1.isinasabah();
b1.ambil();
b1.ceksaldo();
 b1.cetak();
}

TUGAS SISTEM OPERASI “STRUKTUR SISTEM KOMPUTER”

TUGAS SISTEM OPERASI
“STRUKTUR SISTEM KOMPUTER”

A.    Sistem Operasi Komputer.

Sistem operasi komputer adalah seperangkat program yang beroperasi dalam pengelolaan sumber daya perangkat keras komputer dan juga berperan dalam melakukan kontrol terhadap operasi dasar sistem, termasuk menjalankan perangkat lunak (software) beragam aplikasi yang biasa digunakan oleh para pengguna komputer seperti program pengolah data dan lainnya. Sistem operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.

Sistem operasi komputer merupakan software tingkat pertama yang berjalan pada saat komputer dinyalakan, sistem operasi ini diletakkan pada memori komputer yaitu Hardisk. Setelah sistem operasi berjalan, maka software-software lainnya dapat dijalankan. Sistem operasi inilah yang memberikan layanan inti umum terhadap software lain yang dijalankan, layanan inti umum tersebut berupa skeduling task, manajemen memori, antar-muka user, dan akses ke disc. Bagian kode yang melakukan layanan inti umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu sistem operasi.

Sistem operasi komputer berperan dalam menjamin setiap aplikasi yang berbeda dapat berjalan lancar secara bersamaan tanpa hambatan. Selain itu, sistem operasi juga memberikan kontribusi penuh dalam menghubungkan kinerja lapisan hardware dan lapisan software. Sistem operasi akan mengatur jadwal dari aplikasi-aplikasi yang berjalan secara bersamaan, sehingga setiap aplikasi mendapatkan waktu yang tepat dan cukup untuk menggunakan CPU dan juga memori, jadi tidak akan saling mengganggu kinerja masing-masing aplikasi.

Fungsi Sistem Operasi (OS) Komputer :

·         Sebagai penghubung antara pengguna dangan program aplikasi.
·         Sebagai pengatur penggunaan perangkat keras oleh berbagai program aplikasi serta para user.
·         Sebagai pengawas penggunaan perangkat keras, program aplikasi dan user (resource allocator).
·         Sebagai pengendali yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan (error) dan penggunaan komputer yang tidak perlu.





B.    Struktur  I/O  Dan Penyimpanan.

a.    Struktur  I/O.

Dua macam tindakan jika ada operasi I/O . Kedua macam tindakan itu adalah:

1.   Setelah proses I/O dimulai, kendali akan kembali ke user program saat proses I/O selesai ( Synchronous ). Instruksi wait menyebabkan CPU idle sampai interrupt berikutnya. Akan terjadi Wait loop ( untuk menunggu akses berikutnya ). Paling banyak satu proses I/O yang berjalan dalam satu waktu.

2.   Setelah proses I/O dimulai, kendali akan kembali ke user program tanpa menunggu proses I/O selesai (Asynchronous). System call permintaan pada sistem operasi untuk mengizinkan user menunggu sampai I/O selesai.Device – status table mengandung data masukkan untuk tiap I/O device yang menjelaskan tipe, alamat, dan keadaannya. Sistem operasi memeriksa I/O device untuk mengetahui keadaan device dan mengubah tabel untuk memasukkan interrupt. Jika I/O device mengirim/mengambil data ke/dari memory hal ini dikenal dengan nama (Direct Memory Access) DMA.



b.    Struktur Penyimpanan.

1.    Register
Tempat penyimpanan beberapa buah data volatile yang akan diolah langsung di prosesor yang berkecepatan sangat tinggi. Register ini berada di dalam prosesor dengan jumlah yang sangat terbatas karena fungsinya sebagai tempat perhitungan / komputasi data.





2.    Cache Memory
Tempat penyimpanan sementara ( volatile ) sejumlah kecil data untuk meningkatkan kecepatan pengambilan atau penyimpanan data di memori oleh prosesor yang berkecepatan tinggi. Dahulu cache disimpan di luar prosesor dan dapat ditambahkan. Misalnya pipeline burst cache yang biasa ada di komputer awal tahun 90 – an. Akan tetapi seiring menurunnya biaya produksi die atau wafer dan untuk meningkatkan kinerja, cache ditanamkan di prosesor. Memori ini biasanya dibuat berdasarkan desain static memory.

3.    Random Access Memory ( RAM ) – Main Memory
Tempat penyimpanan sementara sejumlah data volatile yang dapat diakses langsung oleh prosesor. Pengertian langsung di sini berarti prosesor dapat mengetahui alamat data yang ada di memori secara langsung. Sekarang, RAM dapat diperoleh dengan harga yang cukup murah dangan kinerja yang bahkan dapat melewati cache pada komputer yang lebih lama.

4.     Extension Memory
Tambahan memory yang digunakan untuk membantu proses-proses dalam komputer, biasanya berupa buffer. Peranan tambahan memori ini sering dilupakan akan tetapi sangat penting artinya untuk efisiensi. Biasanya tambahan memori ini memberi gambaran kasar kemampuan dari perangkat tersebut, sebagai contoh misalnya jumlah VGA memory, soundcard memory.

5.     Secondary Storage
Media penyimpanan data yang non-volatile yang dapat berupa Flash Drive, Optical Disc, Magnetic Disk, Magnetic Tape. Media ini biasanya daya tampungnya cukup besar dengan harga yang relatif murah. Portability – nya  juga relatif lebih tinggi.


C.   Hirarki Penyimpanan.

Ada banyak media penyimpanan berkas, dan semuanya diklasifikasikan berdasarkan kecepatan baca tulis data, dan waktu yang dibutuhkan untuk mengakses data, yaitu : Chace Memory Memori berkapasitas terbatas, berkecepatan tinggi yang lebih mahal daripada memori utama. Cache memory ini ada diantara Main Memory dan Register pemroses, berfungsi agar pemroses tidak langsung mengacu pada memori utama agar kinerja dapat ditingkatkan. Chace memory terbagi menjadi dua yaitu :

1.   Cache Memory yang terdapat pada internal Processor , chace memory jenis ini kecepatan aksesnya sangat tinggi, dan harganya sangat mahal. Hal ini bisa terlihat pada Processor yang berharga mahal seperti P4,P3,AMD-Athlon dll, semakin tinggi kapasitas L1,L2 Chace memori maka semakin mahal dan semakin ceppat Processor.

2.   Chace Memory yang terdapat diluar Processor, yaitu berada pada MotherBoard, memori jenis ini kecepatan aksesnya sangat tinggi, meskipun tidak secepat chache memori jenis pertama ( yang ada pada internal Processor). Semakin besar kapasitasnya maka semakin mahal dan cepat. Hal ini bisa kita lihat pada Motherboard dengan beraneka ragam kapasitas chace memory yaitu 256kb, 512kb, 1Mb, 2Mb dll.

Main Memory Media penyimpanan yang digunakan ketika data akan dioperasikan adalah Main Memory (Memori Utama). Umumnya mekanisasi pengoperaian data dilakukan di Main Memory. Walaupun Main Memory berukuran bermega-mega byte atau bergiga-giga byte, tetap saja Main Memory terlalu kecil untuk penyimpanan database. Selain itu Main Memory akan kehilangan data ketika listrik dimatikan atau ketika sistem crash (error). • ROM (Read Only Memory) ROM ( Read Only memory) yaitu memory yang hanya bisa dibaca saja datanya atau programnya.

Pada PC, ROM terdapat pada BIOS ( Basic Input Output System) yang terdapat pada Mother Board yang berfungsi untuk men-setting peripheral yang ada pada system. Contoh: AMIBIOS, AWARD BIOS, dll ROM untuk BIOS terdapat beragam jenis diantaranya jenis Flash EEPROM BIOS yang memiliki kemampuan untuk dapat diganti programnya dengan software yang disediakan oleh perusahhan pembuat Mother Board, yang umumnya penggantian tersebut untuk peningkatan unjuk kerja dari peripheral yang ada di Mother Board. • RAM(Random Access Memory) o DRAM DRAM (Dynamic RAM) yaitu salah satu tipe RAM yang menyimpan setiap bit data dalam sebuah Capasitor terpisah dalam sebuah IC (Integrated Circuit). Ketika Capasitor – Capasitor jarang di charge, maka dimungkinkan data yang ada pada Capasitor hilang, sehingga Capasitor harus dicharge (refresh) secara periodik.

DRAM sangat berlawanan dengan SRAM (Static RAM) dan static memori lainnya. Keuntungan SRAM adalah struktur nya yang sederhana. Hanya satu Transistor dan satu Capasitor yang diperlukan per bit. Sehingga dibandingkan dengan SRAM, DRAM lebih padat. Karena DRAM akan kehilangan data ketika power listrik dimatikan maka DRAM termasuk Volatile Memory.


SRAM SRAM (Static RAM), sama halnya dengan DRAM atalah salah satu tipe dari RAM. Perbedaannya dengan DRAM adalah data yang disimpan dalam SRAM bersifat static, sehingga selama teraliri power listrik, maka data akan tetap utuh, berbeda dengan DRAM yang secara periodik harus di refreshq. Selain itu SRAM digunakan untuk Chace Memory (baikitu didalam maupun diluar chip), sedangkan DRAM digunakan untuk Main Memory, sehingga kecepatan SRAM lebih cepat dari DRAM.

RAM (Random Acces Memory) yaitu memori yang memiliki kemampuan untuk dirubah data atau program yang tersimpan didalamnya. Flash Memory Flash memory juga dikenal sebagai EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory), flash memory berbeda dengan Main Memory dalam penyelamatan data. Flash Memory tak akan kehilangan data walaupun kehilangan power listrik sehingga digolongkan sebagai Unvolatile Memory. Pembacaan data dalam Flash Memory dibutuhkan waktu kurang dari 1 nanosecond (1/1000 microsecond), yang kira-kira secepat pembacaan data dari Main Memory.

Bagaimanapun penulisan data ke Flash Memory lebih ruwet, data bisa ditulis sekali yang memakan waktu 4 – 10 microsecond, tapi tidak bisa dioverwrite secara langsung. Untuk mengoverwrite data yang telah ada kita harus menghapus data tersebut lebih dulu, setelah itu data baru dapat dioverwrite. Kekurangan Flash Memory yaitu hanya dapat melakukan penghapusan ulang sekitar 10.000 sampai 1 juta kali. Flash Memory populer digunakan sebagai pengganti Magnetic Disk dalam menampung data yang berukuran tidak besar. Selain itu Flash Memory juga populer sebagai media penyimpanan untuk system computer sederhana, seperty HP, Camera Digital, dan media digital lainnya.

Magnetic Disk Magnetic Disk memberikan media penyimpanan sekunder dalam jumlah besar. Kapasitas Disk selalu meningkat lebih dari 50% setiap tahunnya, namun kebutuhan media penyimpanan untuk aplikasi besarpun meningkat dengan cepat, dalam beberapa kasus kadang database yang besar membutuhkan ratusan disk untuk menampung data tersebut. Magnetic Disk mensupport Direct Access yang umumnya digunakan sebagai aplikasi database.

Data yang disimpan dalam disk dalam unit disebut Disk Block. Block Disk tersusun atas cincin yang konsentris yang disebut Track, dalam sebuah piringan atau lebih. Seset Track yang memiliki diameter sama disebut Cylinder. Setiap track terbagi atas lengkungan-lengkungan yang disebut Sector yang besarnya berdasarkan karakteristik disk dan tak bisa diubah, sedangkan ukuran Block dapat ditentukan ketika diinisialisasikan sebagai multiple sector. Physical Characteristics of Disks

a.    Head Motion

1.    Fixed Head Disk : memiliki head untuk setiap track, sehingga computer dapat berpindah dari track ke track lain dengan cepat tanpa perlu memindahkan head. Namun dikarenakan banyaknya head sehingga membuat disk ini harganya sangat mahal.

2.    Moveable Head Disk : berbeda dengan Fixed Head Disk, Moveable Head Disk hanya memiliki sebuah head, sehingga head harus bisa berada diatas track manapun. Karena hal ini sehingga lengan head dapat merentang dan kembali ke tujuan tertentu.

b.    Disk Portability

1.    Nonremovable Disk : yaitu disk drive yang permanen, contohnya hardisk dalam sebuah PC adalah Nonremoveable Disk.

2.    Removeable Disk : yaitu disk yang dapat dipindahkan atau bisa diganti dengan disk yang lain. Floppy Disk dan ZIP Cartridge adalah contoh Removeable Disk.


c.    Sides

1.    Single Sided : lapisan magnetic berada pada kedua sisi piringan disk.

2.    Double Sided : lapisan magnetic berada pada satu sisi piringan.

d.    Platters

1.    Single Platter : magnetic disk dengan satu piringan.

2.    Multiple Platter : magnetic disk dengan lebih dari satu piringan, yang tertumpuk secara vertikal. Untuk membaca disk ini diperlukan head dengan banyak lengan, tergantung banyaknya piringan disk, sehingga setiap piringan terdapat lengan head.

e.    Head Mechanism

1.    Contact (Floppy) : mekanisasi head yang ketika proses pembacaan dan penulisan data, head mengalami kontak dengan disk.

2.    Fixed Gap : head telah diletakkan dalam tempat yang tetap diatas piringan disk.

3.    Aerodynamic Gap (Winchester) : Winchester head dirancang untuk beroperasi lebih dekat ke prmukaan disk dari pada yang selazimnya, sehingga menbentuk kepadatan data. Headnya biasanya merupakan Aerodinamic Foil yang ringan yang berada diatas permukaan piringan ketika disk berputar. Tekanan udara dari perputaran disk cukup membuat head terangkat ke atas permukaan piringan. Sehingga terbentuklah suatu sistem diama head berada dekat diatas permukaan piringan, namun tetap tidak melakukan kontak langsung. Optical Disk Optical Disk adalah media penyimpanan yang proses pembacaan dan penulisan menggunakan laser.

Produk Optical Disk :

·         CD (Compact Disk), sebuah nonerasable disk yang menyimpan informasi audio digital. Standar sistemnya menggunakan 12-cm disk dan bisa merekam 60 menit waktu main.
·         CD-ROM (CD-Read Only Memory), sebuah nonerasable disk yang digunakan untuk menampung data komputer. Standar sistemnya menggunakan 12-cm disk dan dapat menampung data sebesar 640 megabyte.
·         CD-R (CD-Recordable), sama seperti CD-ROM, user hanya bisa menulis data sekali.
·         CD-RW(CD-Rewriteable), sama seperti CD-ROM, user dapat menghapus dan menulis ulang data berkali-kali. [GAMBAR]
·         DVD (Digital Video Disk), sebuah teknologi untuk memproduksi digital, yang merekam informasi video. Antara diameter 8 dan 12-cm bisa digunakan dengan kedua sisi disknya, sehingga dapat mendobelkan kapasitasnya menjadi 17 gigabyte. Standar DVD adalah read-only (DVD-ROM);
·         DVD-R (DVD-Recordable), sama seperti DVD-ROM, user hanya dapat merekam data satu kali dan hanya pada satu sisiyang dapat digunakan.
·         DVD-RW (DVD-Rewriteable), sama seperti DVD-ROM, user hanya dapat merekam data berkali-kali dan hanya satu sisi disk yang dapat digunakan.

Magnetic Tapes Magnetic Tapes umumnya digunakan untuk membackup data atau mengarcipkan data. Walaupun lebih murah dari Magnetic Disk tetapi proses pengaksesan data lebih lambat, karena menggunakan Sequential Access yang harus mengakses data berurutan dari awal, berbeda dengan Magnetic Disk yang menggunakan Direct Access yang dapat mengakses data dari manapun. Magnetic Tapes memiliki daya tampung data yang besar. Dan dapat di pundahkanke dalam Tape Drive. Tape Jukeboxes dapat menampung data yang sangat besar, seperti misalnya data remote-sensing dari satellit yang dimana bisa mencapai ratusan terabyte (112 byte atau kadang bisa mencapat petabyte (115 byte).


D.   Proteksi Perangkat Lunak.

Sistem komputer terdahulu berjenis programmer-operated systems. Ketika komputer dioperasikan dalam konsul mereka (pengguna) harus melengkapi sistem terlebih dahulu. Akan tetapi setelah sistem operasi lahir maka hal tersebut diambil alih oleh sistem operasi. Sebagai contoh pada monitor yang proses I/O sudah diambil alih oleh sistem operasi, padahal dahulu hal ini dilakukan oleh pengguna. Untuk meningkatkan utilisasi sistem, sistem operasi akan membagi sistem sumber daya sepanjang program secara simultan. Pembagian dalam sistem operasi :

a.      spooling adalah suatu program dapat dikerjakan walau pun I/O masih mengerjakan proses lainnya dan disk secara bersamaan menggunakan data untuk banyak proses.
b.      multi programming adalah kegiatan menjalankan beberapa program pada memori pada satu waktu.
Masalah – masalah dalam pembagian sistem operasi :
·           Ketika tidak di sharing maka terjadi kesalahan program,tetapi jika di-sharing terjadi kesalahan pada satu proses atau program yang akan berpengaruh pada proses lainnya. Sehingga diperlukan pelindung (proteksi). Tanpa proteksi jika terjadi kesalahan maka hanya satu saja program yang dapat dijalankan atau seluruh output pasti diragukan.

·           Jika terjadi kesalahan program, perangkat keras akan meneruskan kepada sistem operasi dan sistem operasi akan menginterupsi dan mengakhirinya. Pesan kesalahan disampaikan, dan memori dari program akan dibuang. Tapi memori yang terbuang biasanya tersimpan pada disk agar programmer bisa membetulkan kesalahan dan menjalankan program ulang.




Fungsi proteksi perangkat keras :
Fungsi dari proteksi ini untuk mencegah user program dari kesengajaan memodifikasi kode/struktur data baik di sistem operasi atau user lainnya. Jika proteksi gagal, semua hal yang dilakukan oleh program executing di user mode untuk mengakses memori sistem operasi atau memori user lainnya akan terperangkap di sistem operasi dan bisa menyebabkan kesalahan yang fatal, yaitu addressing error. Macam – macam proteksi perangkat keras :
a.    Operasi Dual Mode

Untuk memastikan operasi berjalan baik kita harus melindungi sistem operasi, program, dan data dari program-program yang salah. Proteksi ini memerlukanshare resources. Hal ini bisa dilakukan sistem operasi dengan cara menyediakan pendukung perangkat keras yang mengizinkan kita membedakan mode pengeksekusian program. Mode yang kita butuhkan ada dua mode operasi yaitu Mode Monitor dan Mode Pengguna.

Pada perangkat keras akan ada bit atau Bit Mode yang berguna untuk membedakan mode apa yang sedang digunakan dan apa yang sedang dikerjakan. Jika Mode Monitor maka akan benilai 0, dan jika Mode Pengguna maka akan bernilai 1. Pada saatboot time, perangkat keras bekerja pada mode monitor dan setelah sistem operasi di-load maka akan mulai masuk ke mode pengguna. Ketika terjadi trap atau interupsi, perangkat keras akan men-switchlagi keadaan dari mode pengguna menjadi mode monitor (terjadi perubahan statemen jadi bit 0). Dan akan kembali menjadi mode pengguna jikalau sistem operasi mengambil alih proses dan kontrol komputer (stateakan berubah menjadi bit 1).

b.    Proteksi I/O

Pengguna bisa mengacaukan sistem operasi dengan melakukan instruksi I/O ilegal dengan mengakses lokasi memori untuk sistem operasi atau dengan cara hendak melepaskan diri dari prosesor. Untuk mencegahnya kita menganggap semua instruksi I/O sebagaiprivilidge instructionsehingga mereka tidak bisa mengerjakan instruksi I/O secara langsung ke memori tapi harus lewat sistem operasi terlebih dahulu. Proteksi I/O dikatakan selesai jika pengguna dapat dipastikan tidak akan menyentuh mode monitor. Jika hal ini terjadi proteksi I/O dapat dikompromikan.

c.    Proteksi Memori

Salah satu proteksi perangkat keras ialah dengan proteksi memori yaitu dengan pembatasan penggunaan memori. Disini diperlukan beberapa istilah yaitu:

·         Base Register yaitu alamat memori fisik awal yang dialokasikan/ boleh digunakan oleh pengguna.
·         Limit Register yaitu nilai batas dari alamat memori fisik awal yang dialokasikan/boleh digunakan oleh pengguna.

Fungsi dari proteksi ini untuk mencegah user program dari kesengajaan memodifikasi kode/struktur data baik di sistem operasi atau user lainnya. Jika proteksi gagal, semua hal yang dilakukan oleh program executing di user mode untuk mengakses memori sistem operasi atau memori user lainnya akan terperangkap di sistem operasi dan bisa menyebabkan kesalahan yang fatal, yaitu addressing error.

d.    Proteksi Perangkat Keras.

Sebagai contoh sebuah pengguna dibatasi mempunyai base register 300040 dan mempunyai limit register 120900 maka pengguna hanya diperbolehkan menggunakan alamat memori fisik antara 300040 hingga 420940 saja.






DAFTAR PUSTAKA


TUGAS SISTEM OPERASI “ MANAGEMENT MEMORY “

TUGAS SISTEM OPERASI
“ MANAGEMENT MEMORY “















Oleh :
             Alfiandri                 121051128



JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
YAYASAN PEMBINA POTENSI PEMBANGUNAN
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2013 / 2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas tuntunan dan kasih-Nya kami mampu menyelesaikan makalah dengan judul manajemen memori.
Makalah ini ditulis dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan untuk dapat mempelajari, memahami dan mencoba manajemen memori secara mudah dan sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, makalah ini ditujukan juga untuk memenuhi tugas semester tiga dalam pelajaran Sistem Operasi.
Dalam makalah ini juga kami berusaha memberikan materi secara lengkap, sederhana dan mudah untuk diaplikasikan. Makalah ini tidak akan ada tanpa bantuan dari rekan-rekan yang membantu saya baik dalam materi maupun moral. Bersama ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan selama ini kepada Saya.
Ada pepatah bahwa tidak ada gading yang tidak retak maka makalah ini pun tidak lepas dari kekurangan baik dari segi teknis maupun segi materi sehingga jika ada saran dan kritik yang membangun anda dapat memberitahukannya kepada kami. Akhir kata kami ucapakan terimakasih.




Yogyakarta, 30 Desember 2013


ALFIANDRI




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..........................................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................... 3
A.    LATAR BELAKANG ...........................................................................................................3
B.     MAKSUD DAN TUJUAN ....................................................................................................3
C.     RUANG LINGKUP ...............................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN MATERI..................................................................................... 4
  1.      KONSEP DASAR MEMORI ..............................................................................................4
1.1.                 KONSEP BINDING.................................................................................................... 5
1.2.                 DYNAMIC LOADING............................................................................................... 5
1.3.                 DYNAMIC LINKING................................................................................................ 5
1.4.                 OVERLAY...................................................................................................................6
 2.      STRATEGI MANAJEMEN MEMORI ................................................................................6
 3.      RUANG ALAMAT LOGIKA DAN FISIK.......................................................................... 7
 4.      SWAPPING ...........................................................................................................................7
 5.      PENCATATAN PEMAKAIAN MEMORI ..........................................................................7
 5.1.                 PETA BIT .....................................................................................................................7
 5.2.                 LINKED LIST ..............................................................................................................8
 6.      MONOPROGRAMMING DAN MULTIPROGRAMMING ............................................8-9
 7.      PENGALOKASIAN BERURUTAN ...................................................................................10
 7.1.                 MULTIPROGRAMMING DENGAN PARTISI STATIS .........................................10
 7.2.                 MULTIPROGRAMMING DENGAN PARTISI DINAMIS ......................................11
 7.3.                 SISTEM BUDDY ........................................................................................................11
 8.      PENGALOKASIAN TAK BERURUT ................................................................................11
 8.1.                 PAGING ..................................................................................................................11-12
 8.2.                 SEGMENTASI .............................................................................................................12
BAB III PENUTUP ...............................................................................................................13
 1.      KESIMPULAN ......................................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................14



BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Sistem operasi adalah  perangkat lunak sisitem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan perangkat lunak aplikasi seperti program-program pengolah kata danperamban web. Secara umum, Sistem Operasi adalah perangkat lunak pada lapisan pertama yang ditempatkan pada memori computer pada saat komputer dinyalakanbooting. Dan pada pembahasan ini akan dibahas tentang  Memori sebagai tempat penyimpanan instruksi/ data dari program yang secara Manajemennya.

B.       MAKSUD DAN TUJUAN
a.    Maksud
Maksud dari penulisan makalah ini untuk membahas manajemanmemori sehingga kita dapat mengetahui sejauh mana perkembangan dari memoridalamsuatu proses di dalam computer yang kitagunakansehari-haridan sebagai bahan pengetahuan dan informasi.
b.   Tujuan
–  Mengetahui bagaimana suatu proses penyimpanan ituterjadi
–  Mengetahuai Manajemen memori dalam kehidupan sehari-hari
–  Mempelajari lebih jauh tentang manajemen memori.

C.      RUANG LINGKUP
Memori adalah pusat kegiatan pada sebuah komputer, karena setiap proses yang akan dijalankan, harus melalui memori terlebih dahulu. Memori sebagai tempat penyimpanan instruksi/ data dari program. Untuk dapat dieksekusi, program harus dibawa ke memori dan menjadi suatu proses  dalam pembahasan ini akan membandingkan bahas lebih mendalam tentang manajemen suatu memori di komputer.
















BAB II
PEMBAHASAN MATERI

1.        KONSEP DASAR MEMORI
Memori sebagai tempat penyimpanan instruksi/ data dari program sehingga untuk dapat dieksekusi, program harus dibawa ke memori dan menjadi suatu proses.
Pengertian memori disini adalah pusat operasi pada modem komputer, karena setiap proses yang akan dijalankan, harus melalui memori terlebih dahulu
Manajemen Memori merupakan salah satu bagian terpenting pada sistem operasi. Sejak awal komputer digunakan untuk keperluan komputasi, kebutuhan akan memori yang lebih besar dibandingkan dengan keadaan fisik memori di dalam sistem terus meningkat. Berbagai perhitungan dan strategi terus dilakukan untuk mengatasi keterbatasan ukuran memori fisik.
Sistem operasi memberikan tanggapan terhadap manajemen memori utama untuk aktivitas-aktivitas sebagai berikut:
1.      Menjaga dan memelihara bagian-bagian memori yang sedang digunakan dan dari yang menggunakan.
2.      Memutuskan proses-proses mana saja yang harus dipanggil kememori jika masih ada ruang di memori.
3.      Mengalokasikan dan mendelokasikan ruang memori jika diperlukan 
     Media penyimpanan data di dalam komputer disebut sebagai memory atau storage.Dalam  hal ini pengertian memori terbagi menjadi 2 (dua), yaitu internal memory dan external memory.
Ada dua pengaruh dari manajemen memori dalam pembuatannya, yaitu :

1.      Diinginkan bahwa memory management harus sesederhana mungkin.
2.      Ada kehendak supaya pemakai bisa fleksibel dalam penggunaannya.

Kebanyakan komputer, selain dilengkapi dengan memori utama (real memory), dilengkapi juga dengan media penyimpanan yang paling umum adalah disk, karena biayanya murah dan program dapat disimpan pada alat penyimpanan sekunder ini, maka ukuran program tidak dibatasi oleh ukuran memori utama, namun oleh ukuran ruang alamat logis komputer.












1.1.            KONSEP BINDING
Binding adalah cara instruksi dan data (yang berada di disk sebagai file yang dapat dieksekusi) dipetakan ke alamat memori.
Ø  Binding instruksi dan data ke memori dapat dapat terjadi dalam tiga cara
yang berbeda:

o   Compilation Time. Jika kita tahu dimana proses akan ditempatkan di memori pada saat mengkompilasi, maka kode absolut dapat dibuat. Kita harus mengkompilasi ulang kode jika lokasi berubah.
o   Load Time. Kita harus membuat kode relokasi jika pada saat mengkompilasi kita tidak mengetahui proses yang akan ditempatkan dalam memori. Pada kasus ini, binding harus ditunda sampai load time.
o   Execution Time. Binding harus ditunda sampai waktu proses berjalan selesai jika pada saat dieksekusi proses dapat dipindah dari satu segmen ke segmen yang lain di dalam memori. Kita butuh perangkat keras khusus untuk melakukan ini.
Sebagian besar sistem memperbolehkan sebuah proses user (user process) untuk meletakkan di sembarang tempat dari memori fisik. Sehingga, meskipun alamat dari komputer dimulai pada 00000, alamat pertama dari proses user tidak perlu harus dimulai 00000

1.2.            DYNAMIC LOADING
Dengan dynamic loading, suatu routine tidak diload sampai dipanggil. Semua routine disimpan pada disk sebagai formatrelocatable load
Mekanisme dasar :
›      Program utama diload dahulu dan dieksekusi
›      Bila suatu routine perlu memanggil routine yang lain, routine yang dipanggil lebih dahulu diperiksa apakah routine yang dipanggil sudah diload. Jika tidak, relocatable linking loaderdipanggil untuk meload routine yang diminta ke memori dan mengupdate tabel alamat dari program yang mencerminkan perubahan ini.

1.3.            DYNAMIC LINKING
Dynamic Linking adalah  proses dengan banyak langkah, ditemukan juga penghubung-penghubung pustaka yang dinamis, yang menghubungkan semua rutin yang ada di pustaka. Beberapa sistem operasi hanya mendukung penghubungan yang statis, dimana seluruh rutin yang ada dihubungkan ke dalam suatu ruang alamat. Setiap program memiliki salinan dari seluruh pustaka. Konsep penghubungan dinamis, serupa dengan konsep pemanggilan dinamis.
 Pemanggilan lebih banyak ditunda selama waktu eksekusi, dari pada lama penundaan oleh penghubungan dinamis. Keistimewaan ini biasanya digunakan dalam sistem kumpulan pustaka, seperti pustaka bahasa subrutin. Tanpa fasilitas ini, semua program dalam sebuah sistem, harus mempunyai salinan dari pustaka bahasa mereka (atau setidaknya referensi rutin oleh program) termasuk dalam tampilan yang dapat dieksekusi.

1.4.            OVERLAY
Overlay merupakan suatu metode untuk memungkinkan suatu proses yang membutuhkan memori yang cukup besar menjadi lebih sederhana. Penggunaan overlays ini dapat menghemat memori yang digunakan dalam pengeksekusian instruksi-instruksi. Hal ini sangat berguna terlebih jika suatu program yang ingin dieksekusi mempunyai ukuran yang lebih besar daripada alokasi memori yang tersedia.
Cara kerjanya yaitu pertama-tama membuat beberapa overlays yang didasarkan pada instruksiinstruksi yang dibutuhkan pada satu waktu tertentu. Setelah itu, membuat overlays drivernya yang digunakan sebagai jembatan atau perantara antara overlays yang dibuat. Proses selanjutnya ialah me-load instruksi yang dibutuhkan pada satu waktu ke dalam absolut memori dan menunda instruksi lain yang belum di butuhkan pada saat itu. Setelah selesai dieksekusi maka instruksi yang tertunda akan diload menggantikan instruksi yang sudah tidak dibutuhkan lagi.

2.        STRATEGI MANAJEMEN MEMORI
Strategi yang dikenal untuk mengatasi hal tersebut adalah memori maya. Memori maya menyebabkan sistem seolah-olah memiliki banyak memori dibandingkan dengan keadaan memori fisik yang sebenarnya. Memori maya tidak saja memberikan peningkatan komputasi, akan tetapi memori maya juga memiliki bberapa keuntungan seperti :
·         Large Address Space Membuat sistem operasi seakan-akan memiliki jumlah memori melebihi kapasitas memori fisik yang ada. Dalam hal ini memori maya memiliki ukuran yang lebih besar daripada ukuran memori fisik.
·         Proteksi. Setiap proses di dalam sistem memiliki virtual address space.Virtual address space tiap proses berbeda dengan proses yang lainnya lagi, sehingga apapun yang terjadi pada sebuah proses tidak akan berpengaruh secara langsung pada proses lainnya
·         Memory Mapping Memory mapping digunakan untuk melakukan pemetaan image dan file-file data ke dalam alamat proses. Pada pemetaan memori, isi dari file akan di link secara langsung ke dalam virtual address space dari proses.
·         Fair Physical Memory Allocation Digunakan oleh Manajemen Memori untuk membagi penggunaan memori fisik secara "adil" ke setiap proses yang berjalan pada sistem.
·         Shared Virtual Memory. Meskipun tiap proses menggunakan address spaceyang berbeda dari memori maya, ada kalanya sebuah proses dihadapkan untuk saling berbagi penggunaan memori.







3.        RUANG ALAMAT LOGIKA DAN FISIK
Alamat logika ialah alamat yang diturunkan oleh CPU. Sedangkan alamat yang terdapat dalam memori disebut dengan alamat fisik. Pada saat compile time dan load time alamat logika dan alamat fisik menunjukkan nilai yang sama. Sedangkan pada saat execution time terjadi perbedaan antara alamat logika dengan alamat fisik. Sedangkan alamat fisik yang berhubungan dengan alamat logika disebut dengan ruang alamat fisik.

4.        SWAPPING
Swapping adalah Suatu proses dapat di-swap secara temporary keluar dari memori dan dimasukkan ke backing store, dan dapat dimasukkan kembali ke dalam memori pada eksekusi selanjutnya.
Ø  Backing store –disk cepat yang cukup besar untuk mengakomodasi copy semua memori image pada semua user; menyediakan akses langsung ke memori image.
Ø  Roll out, roll in – varian swapping yang digunakan dalam penjadualan prioritas; proses dengan prioritas rendah di-swap out, sehingga proses dengan prioritas tinggi dapat di-load dan dieksekusi.
Bagian terbesar dari swap time adalah transfer time, total transfer time secara proporsional dihitung dari jumlah memori yang di swap.
5.        PENCATATAN PEMAKAIAN MEMORI
Memori yang tersedia harus dikelola, dilakukan dengan pencatatan pemakaian
memori. Terdapat dua cara utama pencatatan pemakaian memori, yaitu

5.1.            PETA BIT
Memori dibagi menjadi unit-unit alokasi,berkorespondensi dengan tiap unit
alokasi adalah satu bit pada bit map.
Ø  Nilai 0 pada peta bit berarti unit itu masih bebas.
Ø  Nilai 1 berarti unit digunakan.
Masalah pada peta bit adalah penetapan mengenai ukuran unit alokasi
memori, yaitu :
Ø  Unit lokasi memori berukuran kecil berarti membesarkan ukuran peta bit.
Ø  Unit alokasi memori n berukuran besar berarti peta bit kecil tapi memoribanyak disiakan pada unit terakhir jika ukuran proses bukan kelipatan unit alokasi.
·         Keunggulan :
Ø  Dealokasi dapat dilakukan secara mudah, hanya tinggal menset bit yang berkorespondensi dengan unit yang telah tidak digunakan dengan 0.
·         Kelemahan :
Ø  Harus dilakukan penghitungan blok lubang memori saat unit memori bebas.
Ø  Memerlukan ukutan bit map besar untuk memori yang besar.






5.2.            LINKED LIST
Sistem operasi mengelola senarai berkait (linked list) untuk segmen-segmen memori yang telah dialokasikan dan bebas. Segmen memori menyatakan  memori untuk proses atau memori yang bebas (lubang). Senarai segmen diurutkan sesuai alamat blok. Setiap node list terdiri atas : informasi yang menyatakan adanya proses (p) dan hole (H), lokasi awal dan panjang lokasi.

·         Keunggulan :
Ø  Tidak harus dilakukan perhitungan blok lubang memori karena sudah tercatat di node.
Ø  Memori yang diperlukan relatif lebih kecil dibandingkan peta bit.
·         Kelemahan :
Ø  Dealokasi sulit dilaksanakan mengingat akan terjadinya penggabungan antara beberapa mode.                          
6.        MONOPROGRAMMING DAN MULTIPROGRAMMING
1.      MONOPROGRAMMING
Bila program komputer yang dijalankan hanya satu jenis selama proses berlangsung maka dikatakan mode kerja komputer itu adalah monoprogramming. Selama komputer itu bekerja maka memory RAM seluruhnya di kuasai oleh program tersebut. Jadi  RAM tidak dapat di masuki oleh program lain. Mode serupa ini di temui pada komputer berbasis DOS.
Penempatan program di memory  diatur sedemikain rupa sehingga :

a)      BIOS selalu di ROM (BIOS)
b)      Sistem Operasi  di RAM bawah (alamat rendah)
c)      Program Aplikasi di RAM tengah (alamat sesudah OS terakhir)
d)     Data Sementara di RAM atas (alamat sesudah Aplikasi terakhir).

Bila sistem operasi telah selasai dimuat maka tampillah prompt di layar monitor, dan itu adalah tanda bahwa komputer siap menerima program aplikasi. Letakkan disk yang berisi program aplikasi pada diskdrive yang aktif lalu eksekusi , sehingga program itu termuat  seluruhnya ke RAM. Dengan demikian program aplikasi siap digunakan menurut semestinya.Kita lihat ketika komputer mula-mula dinyalakan maka proses yang dibaca pertama kali adalah apa yang tertulis di dalam ROM. Setelah semua perintah di adalam ROM BIOS selesai dibaca maka komputer meminta kita memasukkan DOS ke dalam RAM-nya.Ketika DOS dibaca maka diletakkan sebagian dari program DOS yang terpenting saja ke dalam RAM, seperti : COMMAND.COM  dan INTERNAL COMMAND. Sedangkan program DOS yang lain masih tetap di dalam disk dan apabila kita perlukan dapat di eksekusi. Hal itu berguna untuk mrnjaga agar RAM tidak penuh oleh Sistem Operasi saja.
Ketika kita bekerja dengan program aplikasi tasdi maka kita akan menghasilkan data. Data itu akan di simpan sementara di RAM yang masih tersisa. Data yang disimpan di RAM bersifat voletile, artinya data hanya bisa bertahan selama catudaya komputer masih ON. Untuk berjaga-jaga biasakan menyimpan data ke disk dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, misalnya setiap 5 menit sekali. Selain menjaga data agar tidak amblas menyimpan ke disk bertujuan juga untuk mengosongkan RAM agar tidak cepat penuh.

Didalam sistem  juga dapat kita lihat bahwa sistem operasi terletak berdekatan dengan program lain di RAM  sehingga kemungkinan sistem operasi ter ganggu atau terubah oleh proses yang sedang berjalan sangat besar .Hal itu tidak boleh terjadi.Untuk mencegah terganggu sitem operasi tersebut maka alamat tertinggi dari sistem operasi dletakkan pada register batas dalam CPU. Jika ada proses yang mengacu ke alamat itu atau yang lebih rendah dari itu maka proses di hentikan dan program akan menampilkan pesan kesalahan.
2. MULTIPROGRAMMING
Untuk sistem komputer yang berukuran besar (bukan small computers), membutuhkan pengaturan memori, karena dalam multiprogramming akan melibatkan banyak pemakai secara simultan sehingga di memori akan terdapat lebih dari satu proses bersamaan.  Oleh karena itu dibutuhkan sistem operasi yang mampu mendukung dua kebutuhan tersebut, meskipun hal tersebut saling bertentangan, yaitu  :

a)      Pemisahan ruang-ruang alamat.
b)      Pemakaian bersama memori.

Manajer memori harus memaksakan isolasi ruang-ruang alamat tiap proses agar mencegah proses aktif atau proses yang ingin berlaku jahat mengakses dan merusak ruang alamat proses lain. Manajer memori di lingkungan multiprogramming sekalipun melakukan dua hal, yaitu :

a)      Proteksi memori dengan isolasi ruang-ruang alamat secara dis-joint.
b)      Pemakaian bersama memori.

Memungkinkan proses-proses bekerja sama mengakses daerah memori bersama. Ketika konsep multiprogramming digunakan, pemakaian CPU dapat ditingkatkan.  Sebuah model untuk mengamati pemakaian CPU secara probabilistic :

CPU utilization = 1 – p n
Dengan :

a)      N menunjukkan banyaknya proses pada suatu saat, sehingga kemungkinan bahwa semua n proses akan menunggu menggunakan I/O (masalah CPU menganggur) adalah sebesar pn. Fungsi dari n disebut sebagai degree of multiprogramming.
b)      P menunjukkan  besarnya waktu yang digunakan sebuah proses








7.        PENGALOKASIAN BERURUTAN
Pada Multiprogramming memori utama harus mengalokasikan tempat untuk sistem operasi dan beberapa user proses. Memori harus mengakomodasi baik OS dan proses user Memori dibagi menjadi 2 partisi :
›      Untuk OS yang resident
›      Untuk Proses User
Ø  Ada 2 tipe Contiguos Allocation :
›      Single Partition (Partisi Tunggal)
›      Multiple Partition (Partisi Banyak)
Ø  Single Partition (Partisi Tunggal)
›      Pada skema ini, diasumsikan OS ditempatkan di memori rendah, dan proses user dieksekusi di memori tinggi
›      Proteksi dapat dilakukan dengan dengan menggunakan register relokasi dan register limit
›      Register relokasi Ã  berisi nilai dari alamat fisik terkecil
›      Register Limit Ã  berisi jangkauan alamat logika
›      Alamat logika harus lebih kecil dari register limit

Ø  Multiple Partition (Partisi Banyak)
›      Ruang kosong Ã  blok memori yang tersedia, ruang kosong dengan berbagai ukuran tersebar pada memori
›      Proses akan dialokasikan memori pada ruang kosong yang cukup besar untuk ditempatinya
›      OS akan mengelola informasi mengenai :
›      Partisi yang dialokasikan
›      Partisi bebas (ruang kosong)
›      Contoh multiple allocation

7.1.            MULTIPROGRAMMING DENGAN PARTISI STATIS
Terdapat beberapa alasan kenapa multiprogramming digunakan, yaitu :

a. Mempermudah pemogram.
Pemogram dapat memecah program menjadi dua proses atau lebih.
b. Agar dapat memberi layanan interaktif ke beberapa orang secara simultan.Untuk itu diperlukan kemampuan mempunyai lebih dari satu proses dimemori agar memperoleh kinerja yang baik.
c. Efisiensi penggunaan sumber daya.
Bila pada multiprogramming maka proses tersebut diblocked (hanya DMA yang bekerja) dan proses lain mendapat jatah waktu pemroses, maka DMA dapat meningkatkan efisiensi sistem.
d. Eksekusi lebih murah jika proses besar dipecah menjadi beberapa proses kecil.
e. Dapat mengerjakan sejumlah job secara simultan.

Multiprogramming dapat dilakukan dengan pemartisian statis, yaitu memori dibagi menjadi beberapa sejumlah partisi tetap. Pada partisi-partisi tersebut proses-proses ditempatkan. Pemartisian statis berdasarkan ukuran partisi-partisinya terbagi dua, yaitu :
1. Pemartisian menjadi partisi-partisi berukuran sama, yaitu ukuran semua partisi memori adalah sama.

2. Pemartisian menjadi partisi-partisi berukuran berbeda, yaitu ukuran semua partisi memori adalah berbeda.

7.2.            MULTIPROGRAMMING DENGAN PARTISI DINAMIS
Pemartisian statis tidak menarik karena terlalu banyak diboroskan proses-proses yang lebih kecil dibanding partisi yang ditempatinya. Dengan pemartisian dinamis maka jumlah, lokasi dan ukuran proses di memori dapat beragam sepanjang waktu secara dinamis. Proses yang akan masuk ke memori segera dibuatkan paritisi untuknya sesuai kebutuhannya. Teknik ini meningkatkan utilitasi memori.
·         Kelemahan pemartisian dinamis adalah :
a. Dapat terjadi lubang-lubang kecil memori di antara partisi-partisi yang dipakai.
b. Merumitkan alokasi dan dealokasi memori

7.3.            SISTEM BUDDY
Sistem buddy merupakan cara mengelola memori utama dengan memanfaatkan kelebihan penggunaan bilangan biner. Jika suatu proses berukuran 35 Kbyte, maka proses tersebut akan di tempatkan pada lubang 64 Kbyte, dan akan menyisakan 29 Kbyte. Hal ini sering disebut dengan istilah internal fragmentation, sebab sisi memori yang terbuang tersebut berasal dari segmen internalnya sendiri. Namun, dengan memakai sistem buddy ini, dealokasi proses dapat dilakukan dengan cepat.
8.        PENGALOKASIAN TAK BERURUT
8.1.            PAGING
Salah satu cara mengatasi external fragmentation(munculnya lubang-lubang yang tidak cukup besar untuk menampung permintaan dari proses). adalah membentuk teknik pengalokasian non-contigous(tidak berurutan). Paging adalah teknik yang berorientasi hardware untuk mengelola memori fisik. Paging digunakan agar program yang besar dapat berjalan pada komputer yang mempunyai memori fisik yang kecil. Dalam sistem paging, hardware memori virtual membagi alamat logis menjadi dua bagian, yaitu virtual page number atau disebut juga page number dan word offset dalam page. Hardware melakukan pembagian ini dengan menyekat atau memisahkan bit alamat, yaitu bit high order menjadi page number dan bit low order menjadi offset. Unit memori yang menyimpan page disebut page frame ( kerangka frame ), atau kadang disebut block, untuk membedakan mereka dengan page virtual. Untuk sistem yang baru, page mframe mempunyai jangkauan 512 sampai 4096 byte.

Sebagai bagian dari peta page, sistem pengoperasian memelihara atau mengelola page tabel yang menyimpan berbagai bagian informasi mengenai page program. Page tabel terdiri atas sejumlah page tabel entries, dan setiap page tabel entries menyimpan informasi mengenai page tertentu. Virtual page number berfungsi sebagai offset terhadap page table.


Konsep Dasar
Memori fisik dibagi menjadi blok-blok dengan ukuran tertentu disebutframe. Sedangkan memori logika dibagi menjadi blok-blok yang disebut page. Setiap alamat yang diberikan oleh CPU dibagi menjadi 2 bagian, yaitu nomor page (p) dan offset (d).

·         Page number (p) digunakan sebagai indeks ke dalam table page (page table). Page table berisi alamat basis dari setiap page pada memori fisik.
·         Page offset (d) mengkombinasikan alamat basis dengan page offset untuk mendefinisikan alamat memori fisik yang dikirim ke unit memori.

Sistem Paging :
Kerugian dan keuntungan paging
1.      Jika kita membuat ukuran dari masing-masing pages menjadi besar:
·         Keuntungan: akses memori akan relatif lebih cepat.
·         Kerugian: kemungkinan terjadinya fragmentasi internal yang sangat besar.
2.      Jika kita membuat ukuran dari masing-masing pages menjadi kecil:
·         Keuntungan: akses memori akan relatif lebih lambat.
·         Kerugian: kemungkinan terjadinya fragmentasi internal akan menjadi lebih kecil.

Istilah sistem paging
·         Alamat Maya :
alamat yang dihasilkan dengan perhitungan index register, base register, dan segmen register, dll. Ruang alamat yang dibentuk alamat maya disebut ruang alamat maya.
·         Memori management unit (MMU):
Chip atau kumpulan chip yang memetakan alamat maya ke alamat fisik.
·         Alamat Nyata :
Alamat Nyata adalah alamat yang tersedia di memori utama fisik.
·         Page :
Unit terkecil ruang alamat maya. Ruang alamat maya proses merupakan kelipatan page yang berukuran sama

8.2.            SEGMENTASI
Segmentasi adalah skema pengaturan memori yang mendukung user untuk melihat memori tersebut. Tiap-tiap segmen memiliki nama dan panjang. Pandangan user mengenai memori:
›      Dukungan Hardware :
–   Pemetaan ke alamat fisik dilakukan dengan menggunakan tabel segmen, masing-masing berisi base dan limit








BAB III
PENUTUP

1.      KESIMPULAN

Kami dari kelompok  menyimpulkan bahwa Sistem operasi adalah  perangkat lunak sisitem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemenperangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem.
Ruang Lingkup dari Sistem Operasi adalah Memori. Memori merupakan pusat kegiatan pada sebuah komputer, karena setiap proses yang akan dijalankan, harus melalui memori terlebih dahulu. Memori sebagai tempat penyimpanan instruksi/ data dari program. Untuk dapat dieksekusi, program harus dibawa ke memori dan menjadi suatu proses  dalam pembahasan ini akan membandingkan bahas lebih mendalam tentang manajemen suatu memori di komputer.






























DAFTAR PUSTAKA

Sumber :
SP HARININGSIH, “Sistem Operasi” Penerbit Graha Ilmu 2003.
BAMBANG HARIYANTO, Ir, “Sistem Operasi”, Penerbit informatika Bandung 1997.